Mempadupadankan Video Converence dan Rumah Belajar dalam Pembelajaran Daring
Wednesday, 21 October 2020
HASIL KARYA (PORTOFOLIO)
BERKARYA DAN BERBAGI LEWAT RUMAH BELAJAR
Oleh: Rhomadhoni Ira Martika, S.Pd,Gr
SRB Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Portal
rumah belajar merupakan salah satu solusi untuk pembelajaran terintegrasi TIK
sangat tepat digunakan pada pendidikan 4.0. Banyak guru dan tenaga pendidikan
yang belum terlalu familiar dengan Portal Rumah Belajar sehingga perlu diadakan
sosialisasi tentang keberadaan portal rumah belajar. Salah satu langkah yang
dilakukan oleh Pustekkom adalah memilih Duta Rumah Belajar di setiap provinsi.
Menjadi Duta Rumah Belajar memang tidak mudah, dibutuhkan perjuangan luar biasa
dan tahapan yang panjang hingga akhirnya dapat terpilih menjadi duta.
Perkenalkan
saya Rhomadhoni Ira Martika, guru matematika di SMP Islam Al Azhar 26
Yogyakarta. Awal mula saya memang tidak berniat mengikuti tahapan menjadi duta
rumah belajar, namun dorongan dari seorang teman memantapkan hati saya untuk
mengikuti tahapan-tahapan dalam pemilihan duta rumah belajar yaitu pembaTIK. Setelah
yakin untuk mengikuti pembaTIK, saya memberanikan diri untuk mendaftar menjadi
Duta Rumah Belajar dengan melalui tahap di level 1 (Literasi). Pada level
tersebut dilaksanakan diklat secara daring, saya harus membaca beberapa modul
berkaitan dengan pengintegrasian TIK dalam pembelajaran dan tentang Portal
Rumah Belajar. Di akhir level diadakan ujian yang dilaksanakan secara daring
pula. Alhamdulilah dapat mengerjakan ujian akhir dengan baik hingga dinyatakn
lolos ke level 2 (Implementasi) walaupun dengan nilai yang pas dengan KKM.
Pada
level 2 metode pelatihan juga dilaksanakan secara daring. Pada tahap ini saya
semangat saya mulai berkurang apalagi di tengah pandemic covid 19, karena pada
level ini selain membaca peserta juga harus dituntut untuk dapat
mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkannya dalam pembelajaran. Tugas
yang diberikan pada level dua yaitu membuat rencana pembelajaran yang berbasis
TIK, pemanfaatan Portal Rumah Belajar dan membuat video proses pembelajaran
yang menggunakan Portal Rumah Belajar.Meskipun cukup berat karena pelatihan ini
dilaksanakan di tengah kesibukan dalam melaksanakan pekerjaan sebagai guru. Dan
alhamdulilah setelah melaksanakan tugas akhir saya dinyatakan lolos ke level 3.
Metode
pelatihan yang dilaksanakan di level 3 masih tetap daring karena masih adanya
pandemic covid 19. Pada level ini, energi cukup terkuras karena saya harus
membuat video pembelajaran interaktif, yang sebelumnya belum pernah tampil di
depan kamera untuk melakukan take video. Alhamdulilah dengan tekat yang kuat
berhasil membuat video pembelajaran dan berhasil lolos di Level 4: Berbagi.
Pada
level berbagi merupakan level yang paling berat, karena banyaknya tugas yang
harus diselesaikan. Saya bertekad melakukan dan menyelesaikan tugas sebaik
mungkin. Inti dari level berbagi ini adalah harus bisa mensosialisakan rumah
belajar di kalangan pendidik, karena banyaknya pelaku Pendidikan yang belum
mengetahui portal rumah belajar. Beberapa sosialisasi yang saya lakukan adalah
dengan melakukan video conference untuk memperkelankan rumah belajar, sharing
atau ngepost sesuatu yang terkait dengan rumah belajar di berbagai media
sosial. Semoga level 4 berbagi ini dapat saya lalui dengan baik sehingga portal
rumah belajar dapat di kenal oleh semua orang. Level 4 ini mendorong saya untuk
selalu berkarya, sehingga karya saya bisa dimanfaatkan oleh semua orang.
BERBAGI ILMU DENGAN VIDEO CONVERENCE
Oleh: Rhomadhoni Ira Martika, S.Pd, Gr
SRB Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Pandemi virus
corona yang sedang melanda dunia cukup membuat dunia pendidikan terguncang. Pasalnya
kegiatan pembelajaran tatap muka tergantikan dengan pembelajaran daring
berbasis video conference. Saya merupakan guru matematika di salah satu sekolah
swasta provinsi DIY. Alhamdulilah pembelajaran daring ini memaksa kita guru dan
murid untuk memanfaat video conference dalam pembelajaran antara lain zoom,
webex dan teams. Tidak hanya menggunakan video conference kami juga menggunakan
portal rumah belajar sebagai sumber belajar dan Tv Edukasi. Sebagai contoh
penggunaan Tv Edukasi adalah penyempaian materi tentang relasi dan fungsi kelas
8. Penggunakan TV Edukasi ini membuat murid lebih tertarik dengan proses
pembelajaran karena tampilan video dan durasinya yang singkat namun padat dan
jelas. Tidak hanya menggunakan Tv Edukasi, saya juga menggunakan Quizizz untuk
membuat pembelajaran daring menjadi lebih menarik.
Dalam pembelajaran daring tentu kita tidak selalu berjalan mulus, ada beberapa kendala yang menyertai kami dalam proses pembelajaran diantara sinyal yang kurang bersahabat dan tentunya kuota yang tidak mencukupi, selain itu rasa bosan ketika pembelajaran menjadi momok bagi kami. Namun dengan semua itu kami masih tetap bersyukur karena masih bisa bertemu dengan murid-murid walaupun hanya lewat video converence. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kami bisa bertatap muka lagi dengan murid dalam pembelajaran tatap muka.
Sunday, 27 September 2020
KULIAH
UMUM PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI
“PEMANFAATAN
MEDIA VIDEO CONFERENCE UNTUK BERBAGI”
Narasumber:
Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M. Sc., MBA., M.Phil., MA
Assalamualaikum
Wr. Wb
Hai
Sahabat Rumah Belajar!
Kembali
Bersama saya Rhomadhoni Ira Martika dari Yogyakarta.
Pada
kesempatan kali ini perkenankan saya untuk sedikit berbagi tentang kuliah umum
yang saya lakukan selama mengikuti Pembatik Level 4: Berbagi.
Mohon
maaf jika tulisan saya masih amburadul dan cenderung tidak menarik. Mohon
masukan kritik dan saran di kolom komentar ya..
Langsung
saja berikut tulisan saya, selamat membaca
Sebelum merangkum kuliah umum kita bahas sedikit tentang narasumber. Bapak Eko Indrajit merupakan pakar teknologi yang berbakat. Tak hanya sebagai pakar, narasumber berbagai seminar, ia juga seorang akademisi sekaligus penulis puluhan judul buku dan ratusan jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan tingkat nasional maupun internasional.
MENGAPA HARUS BERBAGI?
·
Internet memberikan manfaaat kepada dunia
karena para penggunanya saling berbagi.
·
Kekuatan sebuah komunitas terletak pada
kesediaanya untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan.
·
Cara menabung paling mudah adalah dengan cara membagikan
yang dimilki.
·
Dengan berbagi, maka nama seseorang akan
dikenang sepanjang waktu, hingga ke anak cucu.
MENGAPA
MENGGUNAKAN VIDEO CONFERENCE?
·
Cepat, mudah dan murah
·
Situasi dan kondisi pandemic
·
Massif dan viral secara efektif
PERMASALAHAN DALAM BERBAGI VIA VIDEO CONFERENCE
Waktu terbatas, yang ingin dibicarakan dan dibagikan banyak. Untuk menggunakan video conference yaitu harus menggunakan waktu sebaik dan seefektif mungkin agar apa yang kita sampaikan bisa diterima dengan baik, karena terlalu lama menggunakan video conference lama-lama yang menyaksikan juga akan bosan. Tidak bertemu secara fisik, sheingga sulit membangun engagement efektif. Jika kita tatap muka maka kita bisa melihat gesture tubuh partisipan maupun host. Infrastruktur dan piranti sleuruh pratisipan beragam, dengan kemampuan serta kehandalan/kinerja berbeda. Piranti yang tidak semunya sama ada yang ngrefreze, ngehang, kuota habis, internet tidak stabil. Banyak hal yang sulit diperagakan Ketika menggunakan mode komunikasi terbatas.
PRINSIP
DAN KIAT KOMUNIKASI DENGAN VIDEO CONFERENCE
·
Prinsip dan Kiat No.1
Tujuan berkomunikasi BUKAN sekedar MENYAMPAIKAN PESAN,
tetapi MEMBUAT orang lain melakukan yang diinginkan. Para guru haru BELAJAR dan
BERLATIH menyelenggarakan video conference dengan tujuan agar pendengarnya
melakukan AKSI. Buatlah aktivitas tele-komunikasi dimana pada akhir sesi,
partisipan MEMPERLIHATKAN apa yang dapat mereka LAKUKAN, buka apa yang mereka
KETAHUI.
·
Prinsip dan Kiat No.2
Video conference memiliki banyak fitur yang harus
disesuaikan dengan karakteristik pertemuan dan tujuan yang ingin dicapai bersama.
Rencanakan strategi proses video conference dengan biak dan lakukan setting
terhadap parameter teknis yang diperlukan pada aplikasi yang diipergunakan,
jadilah atau tetapkan host dengan baik beserta aturan mainnta dan lakukan gladi
resik secara efektif.
·
Prinsip dan Kiat No.3
Interaksi dan umpan balik sangatlah krusial dalam proses
membagi ilmu melalui video conference agar para peserta termotivavsi untuk
menyerap konten yang diberikan. Hindari berbeicara sendiri satu arah dalam
situasi apapun. Lakukan komunikasi secara natural dan efektif, melalui berbagai
fitur yang tersedia dalam video conference baik dalam lingkungan interksi satu
arah, dua arah, maupun multi arah. Bahkan dalam mode sinkronus atau asinkronus,
lakukan proses komunikasi yang alami seola-olah sedang berbicara secara fisik.
·
Prinsip dan Kiat No.4
Daya tahan dan jendela wkatu efektif dalam beraktivitas via
tele-conference tidak banyal (prime time). Semakin lama berinteraksi, semakin
rendah atensinya. Jangan terlampau banyak pesan yang disampaikan atau ilmu yang
dibagi. Focus pada satu datau dua hal, namun bahas secara mendalam.
·
Prinsip dan Kiat No.5
Berbagai via video conference berada dalam lingkunga
digital yang dapat direkam, sehingga banyak pihak yang dapat menikmatinya kemudia. Pastikan interaksi berbagi anda
direkam secara digital, agar dikemudian hari dapat diviralkan denagn tujuan
sebanyak mungkin pihak memperoleh manfaat daripadanya.
1. Kendala
selama PJJ, jika menggunakan video conference, peserta didik enggan masuk
karena jaringan tidak stabil dan kuota boros. Adakah aplikasi video conference
yang ringan?
Aturan dalam computer selama banyak audio semakin boros
semakin banyak video semakin boros, apalagi video 2 arah. Banyak cara untuk
melakukan bandwitch yang lambat, antara lain jika ingin suara lancar maka video
dimatikan, resolusi video dikecilkan. Yang terpenting apakah tujuan kita
memperlihatkan video, menampilkan video adalah cara mencapai tujuan.
2. Adakah
kiat-kita melakukan ice breaking pada saat kegiatan belajar-mengajar
menggunakan vicon agar siswa tetap focus dan menyimak?
Siswa mineal senang dengan sesuatu yang special antimainstream. Maka lakukan hal antimainstream itu untuk melakukan ice breaking.
Tuesday, 22 September 2020
RANGKUMAN KULIAH
UMUM PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI
“KIAT MENYUSUN
PENULISAN MENARIK”
Alhamdulilah
mengikuti kuliah umum yang sangat inspiratif dengan pembicara yang luar biasa,
penulis buku bestseller di Indonesia yaitu Mbak Asma Nadia. Asma Nadia?? Tentu nama itu tidak asing bagi
pembaca novel yang bikin baper. Asma Nadia sudah menulis lebih dari 60 buku,
memiliki pengalaman yang luar biasa dalam hal tulis menulis, beliau memiliki
mimpi mendirikan 1000 perpustakaan dhuafa dan sekarang sudah berdiri 278
perpustakaan dhuafa di Indonesia. Dari proses perjalanan 60 buku, 10 buku sudah
difilmkan diantaranya Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela, Cinta Laki-Laki
Biasa, Surga yang Tak Dirindukan. Tak hanya difilmkan, ada beberapa novel yang
dijadikan dijadikan sinetron diantaranya: Catatan Hati Seorang Istri (mungkin
ini tontonan emak-emak setiap hari di salah satu TV swasta,,hehehhehehe),
Sakinah Bersama dan yang terbaru adalah Istri Kedua.
Menurut Mbak
Asma Nadia menulis profesi yang tidak ada bossnya, penulis sedikit dari profesi
yang tidak ada diskriminasinya. Banyak penulis yang memiliki keterbatasan,
mereka mampu menulis bahkan lebih dari 1 buku sudah mereka luncurkan. Semua
mempunyai peluang yang sama untuk jadi penulis, dari berbagai profesi bisa
menjadi seorang penulis. Pekerjaan apapun sangat bisa dinikahkan dengan profesi
apapun. Menulis profesi yang bisa dilakukan dimanapun, memiliki fleksibelitas
waktu yang disesuaikan dengan penulis. Dengan
menulis kita akan dikenang sepanjang hayat karena SEBUAH TULISAN ITU ABADI.
APAKAH PERLU BAKAT DALAM
MENULIS?
Tentu tidak kakak, menurut Mbak Asma
beliau sangat amat tidak berbakat menulis, ternyata 5% keberuntungan, 5% bakat,
90% kerjakeras. Tidak berbakat tidak masalah yang penting berproses berlatih
jam terbang diperbanyak, 90% tergantung kerja keras dari kita semua. Lima
persen keberuntungan semisal lebih dulu bertemu dengan penerbit. Untuk menjadi
seorang penulis hanya diperlukan 5% bakat, jadi jika tidak punya bakat tidak
masalah. Ini juga yang menjadikan saya semakin berfokus pada jangan menghakimi
anak didik kita bahwa mereka tidak punya bakat, karena semua ciptaan Allah
pasti memiliki bakat-bakatnya sendiri.
BAGAIMANA MENEMUKAN ALASAN
YANG KUAT UNTUK MENULIS?
Alasan sebagai motivasi yang kuat
untuk kita menulis, kita harus mencari tahu kenapa kita buntu Ketika menulis,
rasa motivasi dan rasa cinta terhadap tulisan. Mbak Asma tidak pecaya dengan orang
yang malas, dia hanya percaya dengan orang yang tidak termotivasi. Cari alasan
yang kuat untuk kalian menulis. Proses menulis tidak instan perlu perjalannya
yang panjang, selalu ada peluang bagi mereka untuk berusaha terus menekuni
bidangnya. Setiap punya pengalaman jika kita tuliskan, maka kita bisa
mewariskan tulisan ini kepada anak-anak kita. JADILAH ORANG YANG MENYEJUKAN,
KITA PERLU ORANG SABAR MENULIS BIAR SEMUA ORANG MENJADI ORANG YANG SABAR.
MOTIVASI MENULIS Mbak Asma Nadia
adalah: “MENULIS MERUPAKAN INVESTASI AKHIRAT SAYA, SELAMA KITA IKHLAS
MENULISNYA”. Menulis membuat kita untuk
lebih empati keadaan sekitar.
KUNCI TULISAN MENARIK
- IDECERITA: Menulis termudah adalah menulis kisah nyata supaya lebih dekat dengan pembaca, supaya lebih renyah dibaca. Sesuai pengalaman, pilih pengalaman, yang menyedihkan menyakitkan yang paling tidak terlupakan. PENGALAMAN MERUPAKAN KEKAYAAN DAN KHAS KARENA HANYA KAMU YANG MENGALAMINYA.
- TEKNIK PENYAJIAN: Judul (dibuat semenarik mungkin), Memiliki konflik yang kuat, Setting (latar waktu dan tempat yang menguatkan kita), Penokohan (bukan hanya secara fisik) dan Permainan Alur sehingga menjadi Ending yang berkesan.
-
BERBAGI ILMU DENGAN VIDEO CONVERENCE Oleh: Rhomadhoni Ira Martika, S.Pd, Gr SRB Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pandemi virus corona y...
-
PEMETAAN PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 201 9 /20 20 Jenjang Sekolah : SMP ...
-
Berikut link untuk mendownload materi. https://drive.google.com/open?id=1Op4TiW6ZGBotacVOpymmuWw2YpRypIZX
